Senin, 17 Mei 2010

Muntah

Liat judulnya...

Eits jangan langsung nutup blog gue kenapa? Mungkin kalian pada mikir kalau gue jorok atau apalah yang aneh-aneh. Iya? Tapi tenang! Posting-an di bawah gak sejorok itu lagi. Gue kan cuma mau nyeritain kejadian kemarin. Jadi, boleh kan ya gue cerita sedikit tentang yang kemarin? Gak banyak kok! Lets read it!

Kemarin, tepatnya hari Minggu tanggal 16 Mei 2010.
Hari itu memang gue memutuskan untuk istirahat penuh di dalam rumah. Berhubung seminggu penuh, gue hampir selalu pulang malam sehabis dari sekolah. Langsung saja, gak lama setelah gue benar-benar sadar dari tidur-bangun-makan-tidur-bangun...kan perut gue lapar lagi tuh. Terus karena memang kebetulan yang bisa gue masak waktu itu ya cuma Indomie doang, jadilah gue masak sebungkus Indomie. Terus gue sikat dah itu Mie Instant. Belum juga Mie gue habis, eh tau-tau perasaan gue jadi gak enak. Akhirnya gue putusin untuk gak ngabisin itu Mie. Gak lama kemudian, tanpa basa-basi, tanpa mual-mual kayak orang hamil, Byuuuur!!! gue pun MUNTAH. Hampir semua isi yang ada di perut gue keluar. Termasuk Indomie yang baru gue makan. Pokoknya banyaaaaaaaaak banget muntahan gue ih. Sampai tujuh kali deh kayaknya. Syukurlah usus-usus atau ginjal gue gak iku keluar. Untungnya lagi, waktu itu di rumah cuma ada gue sama adik gue. Gue memang gak mau sampai Mami sama Bapak tahu kalau barusan itu gue muntah. Takut mereka panikan duluan. Habis gue beresin bekas muntahan gue, gue pun memutuskan untuk istirahat di dalam kamar gue. Menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi. Dan karena rasa sakit yang sudah gak bisa gue tahan itu, gue pun menyerah dan menghubungi Mami yang kemudian mengubungi Bapak untuk cepat pulang. Gak terlalu lama menunggu, gue pun mendengar suara mobil Bapak. Ya, Bapak memang langsung pulang begitu dengar dari Mami kalau kondisi gue lagu buruk. Dan Mami yang waktu itu lagi ada di rumah si Nenek memang gak bisa langsung pulang karena kebetulan kendaraan di sana dipakai semua. Gue merasa bersalah karena Bapak harus segera pulang dan meninggalkan urusannya. Tapi di samping itu, gue juga senang karena tahu seberapa besar perhatian Mami sama Bapak ke gue. Gue gak meminta lebih selain kehadiran mereka di samping gue kok!
Hm...sampai sini sajalah cerita gue. Nanggung memang. Tapi seperti janji gue tadi, ceritanya cuma sedikit dari yang kemarin.
Intinya, dengan kejadian ini gue makin sayang sama kedua orang tua gue. Sekalipun gue sering marah juga egois ke mereka. Untuk ke sekian kalinya, gue menyesal mengingat seringnya gue nyakitin mereka. Dan setelah insiden ini pula, gue akan coba untuk lebih menjaga kesehatan gue. Gak asal makan, gak asal tidur, dan gak asal ngapa-ngapain lah pokoknya. Juga lebih menghargai hidup gue tentunya. Thanks a lot and love you so much, Mom, Dad!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar