Friday, April 29, 2016

Doa Di Suatu Akhir Malam

Suatu malam, terlibat dalam lingkaran pemikiran tentang bagaimana seharusnya pengambil keputusan menentukan sebuah kebijakan.

Hanya menyampaikan sedikit ide dan menuangkan isi kepala yang justru menguras hati dan cukup banyak ATP. Hingga air mata tak bisa terbendung, karena kompleksnya suatu runtutan pertempuran.

Di akhir malam itu, aku hanya bisa berdoa. Semoga ini bukanlah suatu pembenaran atas keyakinan dan tenggelamnya seseorang dalam dunia retorika atau gugurnya kaum dalam perang silat lidah. Semoga tidak ada konsep yang terbalik bahkan setelah dihempas lalu dipungut atau diputar sedemikian rupa.

Semoga tiada orang lain yang diagungkan seperti tuhan hingga harus mengorbankan insan yang terlanjur terdorong berenang di lautan buaya demi sebuah sayembara revolusi diri. Semoga tidak ada yang bermaksud mengikat tangan manusia yang berusaha meruntuhkan tembok besar yang sedang dibangun disekitarnya.

Karena jika iya, maka selama ini aku hanya memandang cermin retak yang bahkan puing-puing kacanya sudah jatuh dan tak akan bisa disusun kembali. Dan karena pertanggung-jawaban tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Semoga.

Jangan lupa bahagia.
Nn.