You know you're being older..ketika momen tahunan tak lagi sama rasanya. Termasuk lebaran.
You know you're being older..ketika orang-orang yang kau kasihi pun tak lagi sama.
Dialah yang terbiasa kucium jemari kasarnya..
Seterbiasa ia menyadari panas demam di tubuh mungilku.
Seterbiasa ia meniupkan doa-doa tulusnya di sela rambut kepalaku.
Seterbiasa ia memaksaku makan setiap kali datang berkunjung.
Seterbiasa ia memintaku setiap saat menginap di rumah hangatnya.
Seterbiasa ia mengisi harinya di dapur dan ruang belakang.
Ia yang kini meskipun ada di hadapan mataku tetapi masih sangat aku rindukan.
Kini..
Jemari kasarnya masih terbiasa kucium, tetapi hangat darahku tak lagi ia sadari.
Doa-doanya tak lagi terasa di sela rambutku, tetapi pelukannya mengantarkanku mengucap doa dalam hati.
Ia masih memaksaku makan setiap kali kunjunganku, tetapi mengulangnya berkali-kali seolah ia belum melakukannya.
Tak ada lagi pintanya agar aku menginap di rumahnya yang penuh kenangan.
Mata dan ingatannya yang kini rabun seolah memaksanya untuk duduk, diam, menerawang dan sekali-sekali bertanya, "itu siapa?"
Ia lah nenek..
Kini ia tua rentah. Pikun sepikun ia yang tak lagi mengingat nama dan wajah cucu tertuanya.
Tapi mata itu masih sama. Teduh. Hanya saja tak terbaca.
Mata itu bisa saja berkata bahwa ia bahagia, melihat anak cucunya masih bisa berkumpul di hari yang istimewa. Berbagi canda hangat.
Tapi mata itu juga bisa berkata bahwa ia gundah, sebab tak lagi mengenali semua wajah-wajah yang dulu jelas dalam memorinya.
Doaku untukmu selalu terucap bersama mata yang perlahan menutup, lalu membawa doa itu ke dalam. Menyimpannya rapat dalam sebuah ruangan kecil di hati. Untuk nenek yang terkasih, yang selalu kupanggil 'mamak'.
You know you're being older..bersama waktu yang tak pernah meminta izin kita untuk terus berjalan dan berputar.
Jul 29, 2014 9:32:07 AM