Manusia cenderung bertanya ketika diberi cobaan dan musibah, "Tuhan, kenapa Engkau berikan cobaan ini kepadaku?". Tapi kenapa kita tidak pernah bertanya ketika kita dilimpahi kebahagiaan, berkah, anugrah, nikmat dan rahmatNya, "Tuhan, kenapa Engkau limpahkan kebahagiaan ini kepadaku?". Saya rasa ini patut kita renungkan. Ini bukan hal yang baru, saya pun pernah melaluinya dan tidak menutup kemungkinan akan saya lalui kembali.
Ada yang tidak butuh dan tidak perlu lagi kata bijak? Saya tidak akan memberi kata bijak disini. Ada yang berpendapat kalo teori tentang 'usaha sama dengan hasil' itu cuma omong kosong? Silahkan berpikir seperti itu. Saya tidak pernah meminta siapapun untuk percaya karena saya pun perlu usaha keras untuk mempercayai orang lain. Ada yang tidak percaya dengan keberuntungan? Bagus lah. Karena sebagian orang justru memaksakan diri mereka untuk percaya dan sebagiannya lagi percaya hanya sebagai pembenaran.
Mungkin tinggal ucapan maaf dan terima kasih yang akan saya katakan. Maaf karena saya bukan superhero dan hanya manusia biasa. Maafkan jika tertanam dendam di hati siapapun itu. Terima kasih. Terima kasih kepada yang telah mengajarkan saya arti dari banyak hal, yang mengajarkan saya untuk tetap teguh dan meluruskan niat, yang membukakan saya kesempatan sehingga saya bisa kembali menulis dan menuangkan isi pikiran saya kesini. Dan yang saya percaya, semua ini terjadi atas izin Allah.